Daftar Isi
- 1. Materi TKA SMP yang Perlu Dipelajari
- 2. Materi Bahasa Indonesia TKA SMP
- 3. Teks Bahasa Indonesia Bisa Lebih Panjang
- 4. Materi Matematika TKA SMP
- 5. Bilangan dan Aljabar Perlu Dikuasai dari Dasar
- 6. Geometri, Pengukuran, Data, dan Peluang
- 7. TKA Matematika Tidak Hanya Menguji Hafalan Rumus
- 8. Bentuk Soal TKA SMP
- 9. TKA Berbeda dengan Tes Literasi dan Numerasi Umum
- 10. Cara Belajar Materi TKA SMP agar Lebih Terarah
- 11. Materi yang Sebaiknya Diprioritaskan
- Mini FAQ
- Kesimpulan
Materi TKA SMP menjadi bagian penting yang perlu dipahami siswa kelas 9 sebelum menghadapi Tes Kemampuan Akademik. Berbeda dengan belajar hanya dari prediksi soal, memahami kerangka materi resmi membuat persiapan lebih terarah karena siswa tahu kompetensi apa yang sebenarnya akan diukur.
Berdasarkan kerangka resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, TKA untuk jenjang SMP/MTs/sederajat mengujikan dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Materinya disusun dengan mempertimbangkan kompetensi yang terdapat pada Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Materi TKA SMP yang Perlu Dipelajari

Secara umum, materi TKA SMP dapat diringkas menjadi dua kelompok besar berikut.
| Mata Pelajaran | Materi Utama | Kemampuan yang Diukur |
|---|---|---|
| Bahasa Indonesia | Teks informasi dan teks fiksi | Memahami informasi tersurat, menarik kesimpulan, menilai informasi, dan mengevaluasi isi teks |
| Matematika | Bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang | Pemahaman konsep, aplikasi, penalaran, representasi, dan pemecahan masalah |
Bahasa Indonesia dalam TKA SMP berfokus pada keterampilan membaca. Sementara Matematika tidak hanya menilai kemampuan menghitung, tetapi juga kemampuan menggunakan konsep untuk menyelesaikan masalah.
Karena itu, pola belajarnya juga berbeda. Bahasa Indonesia membutuhkan banyak latihan memahami bacaan, sedangkan Matematika perlu diimbangi latihan konsep dan soal kontekstual.
Materi Bahasa Indonesia TKA SMP
Materi Bahasa Indonesia TKA SMP tidak berfokus pada hafalan definisi berbagai jenis teks. Pusat Asesmen Pendidikan menyebutkan bahwa kemampuan yang diukur terutama adalah keterampilan membaca.
Teks yang digunakan dapat berupa teks informasi maupun teks fiksi. Teks informasi dapat membahas fakta, konsep, atau prosedur dari berbagai topik. Sementara teks fiksi dapat berupa cerita rekaan, sejarah, biografi, maupun bentuk realisme lainnya.
Agar lebih mudah dipelajari, berikut ringkasannya.
| Materi Bahasa Indonesia | Hal yang Perlu Dikuasai |
|---|---|
| Informasi tersurat | Menemukan informasi yang tertulis secara langsung dalam teks |
| Ide pokok | Menentukan gagasan utama dan gagasan pendukung |
| Informasi tersirat | Menarik kesimpulan dari informasi yang tidak dituliskan secara langsung |
| Kosakata dan istilah | Memahami arti kata, istilah teknis, makna denotatif, dan konotatif sesuai konteks |
| Hubungan antargagasan | Menilai hubungan antarperistiwa atau informasi dalam teks |
| Prediksi isi teks | Memperkirakan kelanjutan peristiwa berdasarkan informasi sebelumnya |
| Evaluasi informasi | Menilai keakuratan, kesesuaian, atau ketepatan sebuah informasi |
| Teks fiksi | Memahami tokoh, peristiwa, latar, konflik, dan nilai dalam cerita |
| Apresiasi teks | Menilai isi, penggunaan bahasa, dan respons terhadap sebuah bacaan |
Kerangka resmi membagi keterampilan membaca tersebut ke dalam tiga kelompok besar, yaitu pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi.
Jadi, membaca cepat saja belum cukup. Siswa juga perlu mampu menghubungkan informasi dari beberapa bagian teks dan memahami maksud penulis.
Teks Bahasa Indonesia Bisa Lebih Panjang
Teks Bahasa Indonesia pada TKA SMP memiliki tingkat kompleksitas yang disesuaikan dengan jenjang peserta.
Kerangka asesmen menyebutkan bahwa bacaan SMP dapat memiliki panjang sekitar 200–250 kata, kecuali pada teks seperti puisi. Kosakatanya dapat mencakup kata berimbuhan, kata abstrak, istilah teknis, hingga penggunaan makna konotatif dalam konteks tertentu.
Karena itu, salah satu latihan terbaik adalah membiasakan diri membaca teks secara utuh sebelum menjawab pertanyaan.
Siswa dapat berlatih dengan artikel pendek, cerita, teks biografi, maupun bacaan informasi kemudian mencoba mencari ide pokok, fakta penting, simpulan, dan maksud yang tersirat.
Materi Matematika TKA SMP
Materi TKA SMP Matematika terbagi ke dalam empat elemen utama, yaitu bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang.
Materinya dapat dirangkum sebagai berikut.
| Materi | Submateri yang Perlu Dipelajari |
|---|---|
| Bilangan | Bilangan bulat, rasional dan irasional, pangkat, akar, operasi hitung, estimasi, faktorisasi prima, rasio, skala, proporsi, serta perbandingan |
| Aljabar | Bentuk aljabar, persamaan linear satu variabel, pertidaksamaan linear, SPLDV, relasi dan fungsi, domain, kodomain, range, barisan, dan deret |
| Geometri dan Pengukuran | Sudut, garis, segitiga, Pythagoras, kesebangunan, kekongruenan, jaring-jaring bangun ruang, transformasi, keliling, luas, dan volume |
| Data dan Peluang | Tabel dan diagram, mean, median, modus, jangkauan, interpretasi data, serta peluang |
Cakupan tersebut berasal dari materi Matematika yang dipelajari pada Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka, sehingga siswa tidak perlu mencari materi di luar pembelajaran SMP sebagai fokus utama.
Namun, soal dapat disajikan dalam konteks kehidupan sehari-hari sehingga peserta tetap harus memahami cara menerapkan konsep.
Bilangan dan Aljabar Perlu Dikuasai dari Dasar
Pada bagian bilangan, siswa dapat menemui persoalan terkait operasi aritmetika, sifat bilangan, estimasi hasil perhitungan, faktorisasi prima, skala, rasio, proporsi, hingga perbandingan senilai dan berbalik nilai.
Bilangan yang digunakan juga tidak terbatas pada bilangan bulat. Kerangka TKA mencakup bilangan rasional, irasional, bilangan berpangkat, bentuk akar, hingga notasi ilmiah.
Untuk aljabar, siswa perlu memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear, SPLDV, fungsi, hingga barisan dan deret.
Materi tersebut sering saling berkaitan. Soal cerita, misalnya, dapat meminta siswa mengubah persoalan menjadi persamaan sebelum menentukan jawabannya.
Geometri, Pengukuran, Data, dan Peluang
Geometri dalam materi TKA SMP tidak hanya berisi rumus luas dan volume.
Siswa juga dapat menghadapi hubungan antarsudut, garis sejajar, Teorema Pythagoras, kekongruenan, kesebangunan, jaring-jaring bangun ruang, hingga transformasi berupa translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi.
Pada bagian data, peserta perlu mampu membaca sekaligus menginterpretasikan tabel, diagram batang, diagram garis, serta diagram lingkaran.
Materi ukuran pemusatan seperti mean, median, dan modus, jangkauan data, serta peluang juga perlu dipahami. Jadi, soal dapat meminta peserta menganalisis data terlebih dahulu sebelum melakukan perhitungan.
TKA Matematika Tidak Hanya Menguji Hafalan Rumus
Kemampuan Matematika dalam TKA SMP diukur pada tiga level kognitif, yaitu pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran.
Artinya, mengetahui rumus saja belum tentu cukup.
Sebagai contoh, siswa mungkin tidak langsung ditanya rumus luas suatu bangun. Soal dapat memberikan situasi tentang taman, denah, atau ukuran sebuah objek kemudian meminta siswa menentukan informasi yang belum diketahui.
Kemampuan yang dinilai meliputi pengetahuan matematika, representasi matematis, penalaran dan penggunaan logika, pemecahan masalah, serta kemampuan menghubungkan berbagai konsep matematika.
Bentuk Soal TKA SMP
Pusat Asesmen Pendidikan menjelaskan bahwa TKA dapat menggunakan soal pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks.
Secara sederhana bentuknya dapat dipahami seperti berikut.
| Bentuk Soal | Karakteristik |
|---|---|
| Pilihan Ganda | Hanya terdapat satu jawaban yang benar |
| Pilihan Ganda Kompleks MCMA | Dapat terdapat lebih dari satu pilihan yang benar |
| Pilihan Ganda Kompleks Kategori | Peserta memberi respons pada beberapa pernyataan, misalnya benar/salah atau sesuai/tidak sesuai |
Pada pilihan ganda kompleks, siswa perlu lebih teliti karena tidak selalu cukup memilih satu jawaban. Kerangka asesmen resmi juga mencantumkan model kategori yang meminta peserta menilai beberapa pernyataan sekaligus.
TKA Berbeda dengan Tes Literasi dan Numerasi Umum
TKA tidak sepenuhnya sama dengan Asesmen Nasional.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa TKA mengukur kompetensi mata pelajaran sesuai kurikulum, bukan sekadar kemampuan literasi dan numerasi umum. Meski demikian, soal tetap menekankan penalaran dan pemecahan masalah.
Itulah sebabnya siswa tetap perlu mempelajari materi sekolah secara sistematis.
Untuk Bahasa Indonesia, kemampuan membaca digunakan untuk memahami materi mata pelajaran. Sedangkan Matematika tetap membutuhkan penguasaan konsep bilangan, aljabar, geometri, data, dan peluang.
Cara Belajar Materi TKA SMP agar Lebih Terarah

Persiapan dapat dimulai dengan memetakan materi yang sudah dan belum dikuasai.
Untuk Matematika, siswa bisa membaginya menjadi empat kelompok besar dan menyelesaikan satu kelompok secara bertahap. Jangan langsung mengerjakan soal sulit jika operasi dasar atau konsepnya masih belum kuat.
Untuk Bahasa Indonesia, latihan sebaiknya dilakukan melalui bacaan. Setelah membaca satu teks, coba tentukan ide pokok, informasi tersurat, simpulan tersirat, hubungan antarparagraf, serta penilaian terhadap informasi yang disampaikan.
Kemendikdasmen juga mendorong pendekatan belajar bertahap melalui materi yang diselaraskan dengan kerangka TKA, sehingga siswa tidak harus mempelajari semuanya sekaligus dalam waktu singkat.
Materi yang Sebaiknya Diprioritaskan
Jika waktu belajar terbatas, jangan hanya memilih satu atau dua bab yang dianggap “sering keluar”. Kerangka TKA sudah menunjukkan cakupan materi yang dapat diujikan.
Prioritas yang lebih aman adalah:
- perkuat kemampuan memahami bacaan;
- kuasai ide pokok dan informasi tersirat;
- pahami operasi bilangan dan rasio;
- perkuat aljabar dan persamaan linear;
- ulangi Pythagoras, luas, volume, dan transformasi;
- pelajari mean, median, modus, dan peluang;
- perbanyak latihan soal penalaran;
- biasakan mengerjakan pilihan ganda kompleks.
Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya menghafal contoh soal, tetapi memahami konsep yang dapat digunakan ketika bentuk pertanyaannya berubah.
Mini FAQ
Apa saja materi TKA SMP?
Materi TKA SMP terdiri atas Bahasa Indonesia dan Matematika. Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca, sedangkan Matematika mencakup bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang.
Bagaimana materi Bahasa Indonesia TKA SMP?
Materinya menggunakan teks informasi dan teks fiksi. Siswa perlu mampu menemukan informasi tersurat, memahami informasi tersirat, menentukan ide pokok, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi isi bacaan.
Materi Matematika TKA SMP meliputi apa saja?
Materinya meliputi bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang. Soal juga dapat menguji kemampuan penerapan konsep dan penalaran.
Apakah soal TKA SMP hanya pilihan ganda biasa?
Tidak. TKA dapat menggunakan pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks, sehingga dalam beberapa soal terdapat lebih dari satu jawaban atau pernyataan yang perlu dinilai.
Bagaimana cara belajar materi TKA SMP agar lebih efektif?
Pelajari materi secara bertahap, perbanyak latihan membaca untuk Bahasa Indonesia, kuasai konsep dasar Matematika, lalu lanjutkan dengan soal kontekstual dan soal penalaran.
Kesimpulan
Materi TKA SMP terdiri atas Bahasa Indonesia dan Matematika. Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca melalui teks informasi dan fiksi, dengan kemampuan yang diukur mencakup pemahaman tekstual, inferensial, serta evaluasi dan apresiasi.
Sementara itu, Matematika mencakup bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang. Soal dapat mengukur pemahaman konsep, penerapan, hingga kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.



