Subtest UTBK menjadi bagian penting yang perlu dipahami sebelum memulai latihan soal SNBT. Peserta tidak hanya menghadapi soal matematika atau membaca, tetapi beberapa jenis tes yang mengukur penalaran, pemahaman bahasa, kemampuan kuantitatif, hingga literasi.
Berdasarkan framework resmi UTBK-SNBT 2026 , UTBK terdiri atas dua kelompok besar, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi . Di dalamnya terdapat tujuh subtest utama dengan total 160 soal dan waktu pengerjaan keseluruhan 195 menit atau 3 jam 15 menit , tanpa waktu istirahat selama tes berlangsung.
Hingga September 2026, struktur resmi UTBK-SNBT 2027 belum dipublikasikan SNPMB. Oleh karena itu, rincian subtes UTBK 2026 menjadi berikut referensi resmi terbaru yang dapat digunakan untuk mempersiapkan tes berikutnya.
Daftar Subtes UTBK dan Jumlah Soalnya

Secara resmi, Tes Potensi Skolastik memiliki empat subtes, sedangkan Tes Literasi terdiri atas tiga bagian. Penalaran Umum di dalam TPS masih dibagi lagi menjadi Penalaran Induktif, Deduktif, dan Kuantitatif.
| Subtes UTBK | Jumlah Soal | Waktu |
|---|---|---|
| Penalaran Umum | 30 soal | 30 menit |
| Pengetahuan dan Pemahaman Umum | 20 soal | 15 menit |
| Pemahaman Bacaan dan Menulis | 20 soal | 25 menit |
| Pengetahuan Kuantitatif | 20 soal | 20 menit |
| Literasi dalam Bahasa Indonesia | 30 soal | 42,5 menit |
| Literasi dalam Bahasa Inggris | 20 soal | 20 menit |
| Penalaran Matematika | 20 soal | 42,5 menit |
| Total | 160 soal | 195 menit |
Khusus Penalaran Umum, 30 soal tersebut terdiri atas 10 soal Penalaran Induktif, 10 soal Penalaran Deduktif, dan 10 soal Penalaran Kuantitatif , dengan waktu masing-masing 10 menit.
Baca juga Tryout UTBK SNBT 2027 Gratis, Cek Soal, Jawaban, dan Pembahasannya
Penalaran Umum
Penalaran Umum merupakan bagian TPS yang mengukur kemampuan peserta menggunakan penalaran untuk menghadapi persoalan baru. Jadi, peserta tidak cukup hanya mengandalkan materi hafalan.
Subtes ini terbagi menjadi tiga kemampuan utama.
Penalaran Induktif menguji kemampuan melihat fakta atau kejadian tertentu kemudian menemukan pola, prinsip, atau aturan yang mendasarinya. Peserta biasanya perlu membaca informasi, menemukan hubungan, lalu menghasilkan kesimpulan yang logis.
Penalaran Deduktif fokus pada kemampuan menggunakan premis atau informasi yang telah diberikan untuk mengambil kesimpulan secara logistik. Ketelitian menjadi penting karena kesimpulan harus sesuai dengan fakta dalam soal, bukan berdasarkan asumsi pribadi.
Sementara Penalaran Kuantitatif menguji kemampuan bernalar dengan angka dan hubungan matematika sederhana. Operasi dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dapat digunakan, tetapi inti masalahnya tetap pada penalaran.
Jumlahnya:
- Penalaran Induktif: 10 soal, 10 menit
- Penalaran Deduktif: 10 soal, 10 menit
- Penalaran Kuantitatif: 10 soal, 10 menit
Total Penalaran Umum adalah 30 soal dalam 30 menit .
Pengetahuan dan Pemahaman Umum
Pengetahuan dan Pemahaman Umum atau PPU berisi 20 soal dengan waktu 15 menit . Artinya, rata-rata waktu yang tersedia bahkan kurang dari satu menit untuk setiap soal.
SNPMB menjelaskan bahwa PPU mengukur kemampuan kognitif melalui pengetahuan leksikal, informasi, pengetahuan umum dalam konteks sosial budaya Indonesia, serta perkembangan kemampuan bahasa. Soal dapat berupa pertanyaan singkat, bacaan pendek dengan satu pertanyaan, maupun bacaan lebih panjang dengan beberapa pertanyaan.
Peserta perlu terbiasa memahami hubungan kata, frase, dan kalimat berdasarkan konteks. Kemampuan menemukan kesimpulan dari bacaan juga penting dibandingkan sekadar menghafalkan kosakata.
Pemahaman Bacaan dan Menulis
Pemahaman Bacaan dan Menulis atau PBM terdiri atas 20 soal dengan waktu 25 menit .
Bagian ini mengukur kemampuan membaca sekaligus menulis berdasarkan informasi dalam bacaan. Kerangka SNPMB membagi meliputinya menjadi pemilihan gagasan, penataan gagasan, dan perbaikan gagasan .
Materi yang dapat muncul mencakup penentuan judul, pemilihan diksi, melengkapi gagasan dalam paragraf, menentukan kalimat inti, mengurutkan kalimat, penggunaan tanda baca, perbaikan kata, hingga menentukan kalimat yang lebih efektif.
Oleh karena itu, belajar PBM sebaiknya tidak hanya menghafal kaidah bahasa. Peserta juga perlu rutin membaca teks dan berlatih menentukan hubungan antargagasan dengan cepat.
Pengetahuan Kuantitatif
Subtes berikutnya adalah Pengetahuan Kuantitatif , terdiri atas 20 soal dengan waktu 20 menit .
Menurut framework resmi UTBK 2026, materi yang diujikan mencakup konsep matematika seperti bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, analisis data, serta peluang .
Namun, subtes ini tidak hanya menguji apakah peserta mengingat rumus. Kemampuan memahami pola, menganalisis informasi, menarik kesimpulan, dan menentukan strategi penyelesaian juga dibutuhkan.
Ketelitian sangat berpengaruh karena waktu rata-rata hanya sekitar satu menit untuk satu soal. Peserta perlu mengetahui kapan harus menghitung secara lengkap dan kapan masalah dapat diselesaikan menggunakan pola atau konsep dasar.
Literasi dalam Bahasa Indonesia
Setelah TPS, peserta masuk ke kelompok Tes Literasi. Salah satu bagiannya adalah Literasi dalam Bahasa Indonesia dengan 30 soal dan waktu 42,5 menit .
Subtes UTBK ini bukan sekedar tes tata bahasa Indonesia. Tujuannya adalah mengukur kemampuan menemukan, memahami, menilai, dan merefleksikan informasi di dalam teks.
Teks yang digunakan dapat berasal dari konteks:
- Sains dan teknologi, seperti kimia, fisika, serta biologi
- Sosial humaniora, seperti ekonomi, sejarah, dan sosiogeografi
- Pribadi, termasuk apresiasi sastra
Karena bentuk soalnya sangat bergantung pada bacaan, kemampuan membaca efektif menjadi modal utama. Peserta perlu membedakan informasi yang tertulis langsung dengan kesimpulan yang harus diperoleh melalui pemahaman teks.
Literasi dalam Bahasa Inggris
Literasi dalam Bahasa Inggris terdiri atas 20 soal dengan waktu 20 menit .
Sama seperti Literasi Bahasa Indonesia, bagian ini tidak semata-mata menguji tata bahasa atau hafalan kosakata. Peserta berpikir pada teks berbahasa Inggris dan diminta menemukan, memahami, menilai, serta merefleksikan informasi.
Konteks bacaan dapat meliputi saintek, sosial humaniora, dan konteks personal.
Dengan hanya sekitar satu menit per soal, membaca setiap kalimat secara terlalu lambat dapat menghabiskan waktu. Latihan menemukan gagasan utama, memahami hubungan antarparagraf, mengenali tujuan penulis, dan mencari informasi spesifik dapat membantu pengerjaan menjadi lebih efisien.
Penalaran Matematika
Penalaran Matematika berjumlah 20 soal dengan waktu 42,5 menit . Waktunya terlihat lebih panjang dibandingkan Pengetahuan Kuantitatif karena persoalan dalam bagian ini dapat menggunakan konteks yang membutuhkan proses membaca dan pemodelan.
SNPMB menjelaskan bahwa Penalaran Matematika bukan sekedar menghitung atau menghafal rumus. Peserta harus mampu menggunakan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan situasi nyata.
Ada tiga proses penting yang digunakan:
- Merumuskan , yaitu mengubah masalah dalam konteks nyata ke bentuk matematika.
- Menggunakan , yaitu menerapkan konsep, prosedur, dan penalaran matematika.
- Menafsirkan dan menyalakan , melihat yaitu kembali hasil perhitungan dan menentukan apakah alasannya masuk akal sesuai konteks soal.
Soal dapat menggunakan konteks pribadi, pekerjaan, sosial, maupun ilmiah.
Perbedaan Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika
Dua subtes UTBK ini sering dianggap sama karena keduanya berhubungan dengan matematika. Padahal, fokusnya berbeda.
| Pengetahuan Kuantitatif | Penalaran Matematika |
|---|---|
| Bagian dari TPS | Bagian dari Tes Literasi |
| 20 soal | 20 soal |
| 20 menit | 42,5 menit |
| Menekankan pengetahuan dan pemahaman konsep matematika | Menekankan penggunaan matematika dalam memecahkan masalah kontekstual |
| Bilangan, aljabar, geometri, data, peluang | Merumuskan, menggunakan, menafsirkan, dan memecahkan persoalan matematika |
Pengetahuan Kuantitatif cenderung menuntut penguasaan konsep dan penalaran matematis secara cepat, sedangkan Penalaran Matematika lebih banyak menghubungkan konsep matematika dengan permasalahan yang diberikan.
Baca juga Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Pembahasannya
Berapa Total Soal UTBK?
Jika seluruh bagian dijumlahkan, UTBK-SNBT 2026 terdiri atas 160 soal .
Komposisinya adalah:
Tes Potensi Skolastik : 90 soal
- Penalaran Umum: 30
- Pengetahuan dan Pemahaman Umum: 20
- Pemahaman Bacaan dan Menulis: 20
- Pengetahuan Kuantitatif: 20
Tes Literasi: 70 soal
- Literasi Bahasa Indonesia: 30
- Literasi Bahasa Inggris: 20
- Penalaran Matematika: 20
Keseluruhan tes berlangsung selama 195 menit tanpa waktu istirahat di tengah ujian. Informasi ini tercantum dalam framework dan paparan resmi SNPMB 2026.
Subtest Mana yang Perlu Diprioritaskan?
Tidak ada subtes yang sebaiknya sengaja diabaikan. Struktur UTBK mencakup kemampuan yang berbeda, sehingga persiapan yang ideal adalah mengenali titik lemah masing-masing terlebih dahulu.

Peserta yang lambat dalam membaca dapat memberi perhatian lebih pada PBM dan tes literasi kedua. Jika kesulitan pada angka, Latihan Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika dapat diperbanyak. Sementara Penalaran Umum memerlukan latihan yang konsisten untuk membiasakan diri mengenali pola dan menarik kesimpulan dengan cepat.
Latihan menggunakan batas waktu juga penting. Menguasai materi tetapi membutuhkan waktu terlalu lama tetap dapat menjadi masalah ketika menghadapi UTBK yang memiliki alokasi waktu terbatas.
Baca juga Skor UTBK 2026 Bisa Dilihat di Mana? Ini Langkah Cek Nilai dan Sertifikat Resminya
Mini FAQ
Subtest UTBK ada berapa?
Berdasarkan struktur UTBK-SNBT 2026, terdapat tujuh subtest utama, yaitu Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
Berapa jumlah soal UTBK?
UTBK-SNBT 2026 terdiri atas total 160 soal. Tes Potensi Skolastik memiliki 90 soal, sedangkan Tes Literasi memiliki 70 soal dengan total waktu pengerjaan 195 menit.
Apa saja bagian Tes Potensi Skolastik UTBK?
Tes Potensi Skolastik terdiri atas Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, serta Pengetahuan Kuantitatif. Penalaran Umum masih dibagi menjadi penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif.
Apa perbedaan Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika?
Pengetahuan Kuantitatif merupakan bagian TPS yang lebih menekankan pemahaman konsep dan hubungan matematika, sedangkan Penalaran Matematika menguji kemampuan menggunakan matematika untuk memecahkan masalah dalam konteks tertentu.
Struktur subtest UTBK 2027 sudah diumumkan?
Belum. Hingga September 2026, struktur resmi UTBK-SNBT 2027 belum dipublikasikan SNPMB. Peserta dapat menggunakan struktur UTBK 2026 sebagai referensi belajar sementara sambil menunggu informasi terbaru.
Kesimpulan
Berdasarkan framework resmi SNPMB 2026, terdapat tujuh subtes UTBK utama , yaitu Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika. Totalnya mencapai 160 soal dengan waktu 195 menit .
Peserta yang mempersiapkan UTBK berikutnya dapat mulai berlatih menggunakan struktur tersebut sambil menunggu informasi SNPMB terbaru. Untuk subtest utbk 2027, tetap periksa perubahan jumlah soal, durasi, dan materi setelah framework resmi diterbitkan



