TKA Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang perlu diperhatikan siswa menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. Berbeda dari ujian Bahasa Indonesia yang hanya menguji hafalan materi, TKA lebih banyak menilai kemampuan siswa dalam memahami, mengolah, dan menilai informasi yang terdapat dalam sebuah bacaan.
Secara resmi, Tes Kemampuan Akademik merupakan asesmen standar nasional untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. TKA bersifat tidak wajib dan hasilnya juga bukan penentu kelulusan dari sekolah.
Bagi siswa SMA/MA/SMK yang berencana mengikuti TKA 2026, memahami karakter TKA Bahasa Indonesia sejak awal akan membantu menentukan materi mana yang perlu lebih banyak dipelajari.

Apa Itu TKA Bahasa Indonesia?
TKA Bahasa Indonesia merupakan bagian dari Tes Kemampuan Akademik yang mengukur capaian siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam kerangka asesmen resmi Pusat Asesmen Pendidikan, fokus utama mata pelajaran ini adalah keterampilan membaca.
Artinya, siswa akan banyak berhadapan dengan teks. Kemampuan yang dibutuhkan bukan sekadar membaca cepat, tetapi memahami informasi yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung.
Siswa juga harus mampu menghubungkan informasi, menarik kesimpulan, hingga memberikan penilaian terhadap isi bacaan. Karena itu, kebiasaan membaca berbagai jenis teks menjadi cukup penting dalam menghadapi TKA Bahasa Indonesia.
Siapa yang Mengikuti TKA Bahasa Indonesia?
Bahasa Indonesia termasuk mata pelajaran yang diujikan pada beberapa jenjang pendidikan. Berdasarkan informasi resmi Kemendikdasmen, peserta TKA dapat berasal dari kelas 6 SD/MI, kelas 9 SMP/MTs, serta kelas 12 SMA/MA/SMK dan kelas 13 untuk SMK program empat tahun.
| Jenjang | Status Bahasa Indonesia |
|---|---|
| SD/MI/sederajat | Mata pelajaran TKA |
| SMP/MTs/sederajat | Mata pelajaran TKA |
| SMA/MA/sederajat | Mata pelajaran wajib |
| SMK/MAK | Mata pelajaran wajib |
| Paket A, B, dan C | Disesuaikan dengan jenjang |
Khusus jenjang SMA/MA/Paket C/SMK/MAK, terdapat pula Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut dalam daftar mata pelajaran pilihan TKA. Mata pelajaran ini berbeda dari Bahasa Indonesia wajib.
Materi yang Perlu Dipahami dalam TKA Bahasa Indonesia

Tidak semua materi Bahasa Indonesia muncul dalam bentuk pertanyaan definisi. Kerangka asesmen resmi menunjukkan bahwa kemampuan membaca menjadi pusat pengukuran.
Secara umum, materi yang perlu dipahami dapat dikelompokkan seperti berikut.
| Materi | Kemampuan yang Dibutuhkan |
| Informasi tersurat | Menemukan informasi yang disebutkan langsung dalam teks |
| Informasi tersirat | Memahami pesan yang tidak dinyatakan secara langsung |
| Ide pokok | Menentukan gagasan utama paragraf atau teks |
| Simpulan | Menarik kesimpulan berdasarkan keseluruhan bacaan |
| Makna kata | Menentukan arti kata berdasarkan konteks |
| Hubungan informasi | Menghubungkan informasi antarkalimat atau antarbagian teks |
| Tujuan penulis | Menentukan maksud atau tujuan suatu teks |
| Evaluasi teks | Menilai isi, informasi, atau cara penyampaian teks |
| Teks informasi | Memahami informasi faktual dalam satu atau beberapa bacaan |
| Teks fiksi | Memahami peristiwa, tokoh, konflik, dan pesan dalam karya fiksi |
Pada jenjang SMA, kerangka TKA Bahasa Indonesia mencakup penggunaan teks informasi tunggal maupun jamak serta teks fiksi.
Jadi, belajar TKA Bahasa Indonesia sebaiknya tidak hanya dengan menghafalkan pengertian majas, paragraf, atau jenis teks. Siswa perlu terbiasa menerapkan pengetahuan tersebut ketika membaca suatu bacaan.
Kemampuan Apa yang Sebenarnya Diukur?
Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah tingkat pemahaman yang diuji. Dalam kerangka asesmen resmi, kemampuan membaca tidak berhenti pada menemukan jawaban di dalam teks.
1. Pemahaman Tekstual
Pada bagian ini, siswa perlu menemukan dan memahami informasi yang tersedia secara langsung dalam bacaan.
Soalnya dapat berkaitan dengan informasi tertentu, objek, kejadian, tokoh, maupun fakta yang disebutkan dalam teks.
2. Pemahaman Inferensial
Pemahaman inferensial menuntut siswa membaca informasi yang tersirat. Siswa mungkin tidak akan menemukan kalimat jawaban secara langsung.
Peserta harus menghubungkan beberapa informasi kemudian menarik kesimpulan yang paling sesuai. Kompetensi pemahaman inferensial tercantum dalam kerangka resmi TKA Bahasa Indonesia.
3. Evaluasi dan Apresiasi
Pada level ini, siswa perlu memberikan penilaian terhadap informasi atau isi bacaan.
Pertanyaan dapat menguji kemampuan melihat ketepatan informasi, menilai cara penyampaian penulis, atau memahami kualitas dan pesan dari sebuah teks. Kompetensi evaluasi dan apresiasi juga masuk dalam kerangka TKA Bahasa Indonesia.
Bentuk Soal TKA Bahasa Indonesia Seperti Apa?
Dari karakter asesmennya, satu teks dapat menjadi dasar untuk beberapa pertanyaan. Karena itu, membaca teks dengan teliti menjadi bagian penting dalam pengerjaan.
Misalnya, siswa diberikan artikel mengenai masalah lingkungan. Pertanyaannya tidak harus meminta arti sebuah istilah. Siswa dapat diminta menentukan:
- gagasan utama teks;
- informasi yang mendukung pendapat penulis;
- kesimpulan berdasarkan bacaan;
- makna suatu kata berdasarkan konteks;
- hubungan antara dua informasi;
- alasan penulis menyampaikan suatu argumen; atau
- penilaian terhadap informasi yang disajikan.
Dengan pola seperti ini, dua pilihan jawaban terkadang terlihat sama-sama benar. Namun, jawaban yang tepat adalah jawaban yang paling didukung oleh isi teks, bukan berdasarkan pendapat pribadi pembaca.
Apakah TKA Wajib Diikuti Semua Murid?
Tidak. Kemendikdasmen menjelaskan bahwa TKA merupakan asesmen yang bersifat tidak wajib atau opsional. Murid dapat mengikuti TKA apabila merasa membutuhkan dan siap mengikutinya.
TKA juga bukan ujian kelulusan sekolah. Kelulusan tetap ditentukan oleh satuan pendidikan.
Meski tidak wajib, hasil TKA dapat memiliki kegunaan dalam proses pendidikan berikutnya. Untuk siswa SMA/MA/SMK, hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu bahan validator nilai rapor pada SNBP serta dapat menjadi bahan pertimbangan pada jalur mandiri PTN atau penerimaan PTS sesuai kebijakan masing-masing perguruan tinggi.
Jadwal TKA Bahasa Indonesia 2026 untuk SMA/SMK
Bagi siswa SMA/MA/SMK, rangkaian TKA 2026 masih berlangsung. Kemendikdasmen telah melakukan penyesuaian jadwal pendaftaran sehingga dimulai lebih awal pada 27 Juli 2026.
Berikut jadwal resminya:
| Kegiatan | Jadwal |
| Pendaftaran | 27 Juli–27 September 2026 |
| Simulasi | 21–27 September 2026 |
| Gladi bersih | 5–18 Oktober 2026 |
| Pelaksanaan utama | 26 Oktober–8 November 2026 |
| Pelaksanaan susulan | 16–29 November 2026 |
| Pengumuman hasil | 23 Desember 2026 |
Jadwal tersebut merupakan informasi resmi yang tersedia per Agustus 2026. Pelaksanaan utama dilakukan secara bertahap sesuai pembagian gelombang.
Bagaimana Cara Mengenali Soal TKA Bahasa Indonesia?
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui apa yang sebenarnya diminta oleh soal. Jangan langsung mencari kata yang sama persis antara pertanyaan dan teks.
Pada soal pemahaman tekstual, jawabannya biasanya masih dapat ditelusuri secara langsung. Namun, pada soal inferensial, siswa harus menggabungkan beberapa informasi sebelum menentukan jawaban.
Sedangkan pada soal evaluasi, siswa perlu memahami keseluruhan konteks. Pilihan jawaban yang terdengar masuk akal belum tentu benar apabila tidak memiliki dasar yang kuat dari bacaan.
Pusmendik juga telah menyediakan simulasi TKA resmi yang mencakup Bahasa Indonesia untuk membantu siswa mengenali bentuk asesmen sebelum mengikuti tes sebenarnya.
Apakah TKA Bahasa Indonesia Sulit?
Tingkat kesulitan TKA akan terasa berbeda pada setiap siswa. Peserta yang terbiasa membaca panjang mungkin lebih mudah menemukan hubungan antarbagian teks.
Sebaliknya, siswa yang biasanya mencari jawaban hanya melalui kata kunci dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi soal inferensial atau evaluasi.
Hal yang paling penting adalah memahami bahwa TKA tidak sekadar menguji seberapa banyak materi Bahasa Indonesia yang dapat dihafalkan. Tes ini melihat seberapa baik siswa menggunakan kemampuan berbahasanya untuk memahami suatu informasi.
Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mengikuti TKA Bahasa Indonesia

Sebelum menghadapi tes, ada beberapa hal utama yang sebaiknya sudah dipahami.
Pertama, fokus terbesar TKA Bahasa Indonesia adalah kemampuan membaca. Kedua, pertanyaan dapat menguji informasi tersurat maupun tersirat. Ketiga, beberapa soal mengharuskan siswa mengevaluasi sebuah bacaan, bukan sekadar menemukan kalimat tertentu.
Selain itu, siswa SMA yang akan menggunakan hasil TKA untuk kebutuhan pendidikan berikutnya perlu memperhatikan pemilihan mata pelajaran TKA serta ketentuan yang berlaku pada jalur yang dituju.
Dengan memahami struktur tersebut sejak awal, belajar TKA menjadi lebih terarah karena siswa mengetahui kemampuan apa yang sebenarnya perlu diperkuat.
Kesimpulan
TKA Bahasa Indonesia merupakan asesmen yang berfokus pada keterampilan membaca. Materinya berkaitan dengan kemampuan memahami informasi tekstual, menarik kesimpulan dari informasi tersirat, serta mengevaluasi dan mengapresiasi isi teks.
TKA tidak menentukan kelulusan dan tidak diwajibkan bagi seluruh murid. Namun, hasilnya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk sebagai validator nilai rapor dalam SNBP bagi siswa SMA/MA/SMK.
Bagi peserta SMA/SMK tahun 2026, periode pendaftaran masih berlangsung hingga 27 September 2026, sementara pelaksanaan utama dijadwalkan pada 26 Oktober–8 November 2026. Karena itu, masih ada waktu untuk mengenali karakter soal dan memperkuat kemampuan membaca sebelum pelaksanaan tes



