Kerangka asesmen TKA menjadi acuan penting bagi siswa yang ingin memahami materi dan kemampuan apa saja yang diukur dalam Tes Kemampuan Akademik. Dokumen ini lebih tepat digunakan sebagai dasar belajar dibanding sekadar mengandalkan prediksi soal, sebab kerangka asesmen diterbitkan langsung oleh Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen.
Pusmendik menyediakan kerangka asesmen TKA untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK, SMP/MTs, dan SD/MI sederajat. Di dalamnya terdapat mata pelajaran yang diuji, cakupan materi, kompetensi, subkompetensi, bentuk soal, hingga contoh soal.
Kerangka Asesmen TKA Itu Apa?
Kerangka asesmen TKA dapat dipahami sebagai peta resmi mengenai ruang lingkup tes. Siswa dapat menggunakannya untuk mengetahui bagian kurikulum mana yang menjadi cakupan asesmen sekaligus karakter kemampuan yang harus dikuasai.

Pusmendik menjelaskan bahwa pemerintah mempublikasikan kerangka asesmen yang memuat informasi mengenai materi atau kompetensi yang diukur beserta contoh soal. Informasinya terbuka untuk publik.
Secara praktis, kerangka asesmen dapat membantu siswa mengetahui:
- Mata pelajaran yang diujikan
- Cakupan materi setiap mata pelajaran
- Kompetensi yang dinilai
- Subkompetensi yang perlu dikuasai
- Karakter stimulus soal
- Bentuk soal yang digunakan
- Contoh karakter pertanyaan
- Tingkat kemampuan yang dibutuhkan
Kerangka tersebut bukan daftar soal yang akan keluar. Soal asli tetap dapat menggunakan stimulus, angka, teks, maupun konteks yang berbeda.
Baca juga Simulasi TKA Kemendikdasmen 2026: Link Resmi Ayo Coba TKA dan Jadwal Pelaksanaannya
Mata Pelajaran TKA SMA dalam Kerangka Asesmen
Pada jenjang SMA/MA/SMK/MAK sederajat, peserta mengerjakan tiga mata pelajaran wajib dan memilih dua mata pelajaran pilihan.
Tiga mata pelajaran wajib tersebut adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Sementara dua mata pelajaran pilihan ditentukan saat pendaftaran dengan mempertimbangkan pilihan yang tersedia, minat siswa, dan rencana studi lanjut.
| Kelompok | Mata Pelajaran |
|---|---|
| Wajib | Bahasa Indonesia |
| Wajib | Matematika |
| Wajib | Bahasa Inggris |
| Pilihan | Dua mata pelajaran sesuai ketentuan |
Daftar mata pelajaran pilihan dalam kerangka resmi antara lain Matematika Tingkat Lanjut, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Antropologi, Pendidikan Pancasila, serta sejumlah bahasa asing. Untuk SMK/MAK juga tersedia mata uji tertentu yang disesuaikan dengan bidang pendidikan.
Kerangka Asesmen TKA Matematika
Matematika wajib mengukur kemampuan memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah.
Menurut Pusmendik, materi Matematika SMA dalam TKA mencakup:
- Bilangan
- Aljabar
- Geometri dan pengukuran
- Data dan peluang
- Trigonometri
Logika matematika tidak ditempatkan sebagai satu materi terpisah, tetapi diintegrasikan ke dalam elemen matematika yang diuji. Soal juga dapat menggunakan konteks matematika maupun situasi kehidupan sehari-hari.
Karena itu, latihan TKA Matematika sebaiknya tidak berhenti pada menghafal rumus. Siswa perlu mampu membaca situasi, menentukan konsep yang digunakan, melakukan perhitungan, kemudian menafsirkan hasilnya.
Kerangka Asesmen TKA Bahasa Indonesia
TKA Bahasa Indonesia SMA berfokus pada kemampuan membaca dan memahami teks.
Contoh resmi Pusmendik memperlihatkan bahwa siswa dapat diminta memahami penggunaan bahasa, menemukan informasi dalam bacaan, melakukan inferensi, hingga mengevaluasi kesesuaian bahasa dalam sebuah teks.
Kemampuan yang penting untuk dilatih dapat dikelompokkan menjadi:
- Pemahaman tekstual
Menemukan dan memahami informasi yang dinyatakan dalam teks. - Pemahaman inferensial
Menarik makna atau kesimpulan yang tidak selalu dituliskan secara langsung. - Evaluasi dan apresiasi
Menilai isi, penggunaan bahasa, atau informasi dalam teks.
Karena sebagian pertanyaan menggunakan satu teks sebagai stimulus beberapa soal, siswa perlu terbiasa membaca secara efisien. Tidak semua jawaban harus dicari dengan membaca ulang seluruh paragraf dari awal.
Kerangka Asesmen TKA Bahasa Inggris
Bahasa Inggris wajib juga menekankan reading comprehension.
Siswa perlu mampu memahami informasi dalam teks, menemukan gagasan utama, mengenali detail, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi informasi. Tingkat kesulitan teks disesuaikan dengan karakter kompetensi Bahasa Inggris yang ditetapkan dalam kerangka resmi.
Latihan dapat diarahkan pada:
- Main idea
- Specific information
- Vocabulary in context
- Reference
- Inference
- Author’s purpose
- Hubungan informasi dalam teks
- Evaluasi isi bacaan
Siswa juga perlu membedakan Bahasa Inggris wajib dengan Bahasa Inggris Tingkat Lanjut yang termasuk mata pelajaran pilihan. Keduanya memiliki kerangka dan tuntutan kemampuan yang berbeda.
Baca juga Soal TKA SMA Bahasa Inggris 2026: Kisi-Kisi Resmi, Bentuk Soal, dan 15 Contoh Latihan
Mata Pelajaran Tingkat Lanjut Memiliki Materi Sendiri
Kerangka asesmen tidak menyamakan mata pelajaran wajib dengan versi tingkat lanjut.
Misalnya, Matematika wajib meliputi bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri. Sementara Matematika Tingkat Lanjut mempunyai ruang lingkup yang lebih sesuai dengan mata pelajaran tingkat lanjut.
Hal yang sama berlaku untuk Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, serta mata pelajaran pilihan lainnya.
Karena itu, siswa yang memilih mata pelajaran TKA sebaiknya membuka halaman kerangka asesmen sesuai mata uji yang dipilih, bukan sekadar mencari kisi-kisi TKA secara umum.
Bentuk Soal dalam Kerangka Asesmen TKA
Dokumen resmi menyebut terdapat soal tunggal dan soal grup. Soal tunggal berdiri sendiri, sedangkan soal grup menggunakan satu stimulus yang menjadi dasar beberapa pertanyaan.
TKA juga menggunakan tiga bentuk soal utama.
| Bentuk Soal | Karakter |
|---|---|
| Pilihan Ganda | Satu jawaban benar |
| PGK MCMA | Bisa terdapat lebih dari satu jawaban benar |
| PGK Kategori | Setiap pernyataan dinilai berdasarkan kategori |
Pada pilihan ganda biasa, peserta memilih satu jawaban.
Pada Multiple Choice Multiple Answers atau MCMA, terdapat kemungkinan beberapa pilihan benar sehingga siswa harus memilih seluruh jawaban yang sesuai.
Sementara pada model kategori, peserta dapat menghadapi beberapa pernyataan lalu menentukan respons seperti Benar/Salah atau kategori lain sesuai instruksi soal.
Pusmendik juga menjelaskan secara umum bahwa TKA menggunakan pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks.
Kerangka TKA Mengacu pada Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013
Siswa dari Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 tidak dibuatkan TKA dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
Pusmendik menyebut soal TKA sama untuk keduanya karena pengembangannya mempertimbangkan materi dan kompetensi yang berlaku pada Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Hal ini juga terlihat pada kerangka Matematika SMA yang secara eksplisit menyebut muatan tes merujuk pada elemen kurikulum atau materi yang dipelajari pada kedua kurikulum tersebut.
Dengan demikian, siswa sebaiknya fokus pada materi dalam kerangka resmi, bukan khawatir akan mendapat soal berbeda hanya karena menggunakan kurikulum yang berbeda.
TKA Bukan Sekadar Tes Literasi dan Numerasi
Menurut Pusmendik, TKA tidak mengukur literasi dan numerasi umum seperti Asesmen Nasional. TKA menilai kompetensi mata pelajaran berdasarkan kurikulum, walaupun soal tetap menekankan penalaran dan pemecahan masalah.
Artinya, pada Matematika siswa tetap membutuhkan penguasaan konsep matematika. Dalam Bahasa Inggris, kemampuan membaca juga didukung penguasaan bahasa. Pada mata pelajaran seperti Ekonomi, Biologi, atau Fisika, peserta tetap membutuhkan pemahaman materi bidang tersebut.
Jadi, berlatih penalaran saja tanpa menguasai konsep mata pelajaran belum tentu cukup.
Langkah Menggunakan Kerangka Asesmen untuk Belajar
Agar kerangka asesmen lebih berguna, siswa dapat mengubahnya menjadi daftar belajar sederhana.
- Tentukan tiga mata pelajaran wajib dan dua mata pelajaran pilihan
- Buka kerangka resmi setiap mata pelajaran
- Catat seluruh elemen atau materi yang tercantum
- Tandai materi yang sudah dan belum dikuasai
- Pelajari konsep dasarnya terlebih dahulu
- Kerjakan contoh soal resmi Pusmendik
- Tambahkan latihan dengan bentuk PG, MCMA, dan kategori
- Evaluasi kesalahan berdasarkan kompetensi, bukan hanya jumlah nilai
Dengan cara tersebut, latihan menjadi lebih terarah karena siswa mengetahui alasan sebuah soal diberikan.
Link Resmi Kerangka Asesmen TKA
Kerangka asesmen dan contoh soal dapat diakses melalui portal resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen:

Portal TKA Pusmendik:
https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/
Di portal tersebut tersedia kerangka untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK, SMP/MTs, dan SD/MI sederajat, termasuk menu mata pelajaran serta contoh soal.
Untuk Matematika SMA, peserta juga dapat langsung melihat cakupan bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri melalui halaman mata pelajaran wajib SMA.
Mini FAQ
Apa itu kerangka asesmen TKA?
Kerangka asesmen TKA adalah acuan resmi yang memuat mata pelajaran, cakupan materi, kompetensi, subkompetensi, bentuk soal, dan contoh karakter soal yang digunakan dalam Tes Kemampuan Akademik.
Apa saja mata pelajaran wajib TKA SMA?
Mata pelajaran wajib TKA SMA/MA/SMK/MAK adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Peserta juga memilih dua mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa saja bentuk soal dalam TKA?
TKA dapat menggunakan pilihan ganda satu jawaban, pilihan ganda kompleks MCMA dengan lebih dari satu jawaban benar, serta pilihan ganda kompleks kategori seperti Benar atau Salah dan kategori lain sesuai instruksi.
Apakah kerangka asesmen TKA sama dengan bocoran soal?
Tidak. Kerangka asesmen hanya menunjukkan materi dan kompetensi yang dapat diukur. Soal sebenarnya tetap dapat menggunakan stimulus, angka, teks, dan konteks yang berbeda.
Di mana melihat kerangka asesmen TKA resmi?
Kerangka asesmen TKA resmi dapat dilihat melalui portal Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen di https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/.
Kesimpulan
Kerangka asesmen TKA adalah sumber resmi yang paling berguna untuk mengetahui materi, kompetensi, dan karakter soal TKA. Untuk SMA/MA/SMK/MAK, peserta mengikuti Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan.
Matematika wajib mencakup bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri. Sementara mata pelajaran berbasis bahasa menuntut kemampuan memahami informasi, membuat inferensi, dan mengevaluasi isi teks.
Bentuk soal juga tidak hanya pilihan ganda satu jawaban. Kerangka resmi mencantumkan pilihan ganda, PGK MCMA, dan PGK kategori, serta soal tunggal maupun soal grup.
Karena itu, siswa sebaiknya menggunakan kerangka resmi sebagai peta belajar. Kerangka bukan bocoran soal, tetapi memberikan gambaran paling jelas mengenai apa yang perlu dikuasai sebelum mengikuti TKA.


